Astronom telah mengupayakan pencarian jejak kehidupan asing selama bertahun-tahun. Melalui berbagai metode, mereka berusaha untuk menemukan bukti keberadaan alien, dengan pendekatan terbaru yang memanfaatkan bayangan Bumi untuk mendeteksi keberadaan objek luar angkasa yang dikenal sebagai objek terbang tidak teridentifikasi (UFO).
Tradisi pencarian tanda-tanda kehidupan di luar Bumi dilakukan dengan memanfaatkan teleskop radio dan instrumen optik. Namun, kini, peneliti mulai menerapkan pendekatan baru yang berfokus pada deteksi artefak alien yang mungkin ada di dalam Tata Surya.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal ilmiah mengenai astronomi menjelaskan metode inovatif dalam mencari wahana luar angkasa di dekat Bumi. Metode ini menggunakan bayangan Bumi sebagai filter alami untuk mengurangi gangguan dari satelit-satelit buatan manusia.
Metode Inovatif dalam Mendeteksi Objek Luar Angkasa
Langit di sekitar Bumi saat ini dipenuhi oleh ribuan satelit dan jutaan puing-puing yang memantulkan cahaya. Keberadaan benda-benda ini menjadikan pencarian objek luar angkasa yang tidak biasa menjadi lebih sulit dan rumit.
Dampak dari “kontaminasi” ini sangat besar bagi astronom yang berusaha mengidentifikasi objek bukan manusia di luar angkasa. Peneliti utama, Beatriz Villarroel, bersama tim internasionalnya, menerapkan metode ini untuk menyaring gangguan tersebut.
Setiap malam, Bumi menciptakan bayangan berbentuk kerucut, di mana cahaya matahari tidak dapat memantul dari satelit atau puing-puing yang ada. Area ini menjadi zona pencarian yang ideal bagi objek-objek yang mungkin tidak terdeteksi sebelumnya.
Berdasarkan penelitian, basis bayangan ini membentang sekitar 8-9 derajat untuk objek di orbit geosinkron, yang terletak sekitar 35.700 kilometer di atas Bumi. Hal ini memberikan peluang untuk menemukan objek yang tidak berwarna atau tidak mengeluarkan cahaya.
Proses Penelitian dan Penemuan Objek Misterius
Satelit buatan manusia umumnya tidak membawa sumber cahaya optik, kecuali dalam beberapa kasus yang sangat spesifik. Oleh karena itu, jika ada kilatan atau garis terang yang terdeteksi dalam bayangan Bumi, kemungkinan tersebut dapat menunjukkan keberadaan objek yang lebih eksotis.
Peneliti memanfaatkan gambar dari fasilitas Zwicky Transient, sebuah teleskop di California yang mengamati langit untuk mencari objek berubah. Dengan memeriksa lebih dari 200.000 foto, mereka fokus pada gambar-gambar yang diambil dalam bayangan Bumi.
Sistem pencarian otomatis NEOrion berhasil mendeteksi ribuan kandidat, termasuk objek-objek misterius serta kilatan sumber cahaya. Sayangnya, sebagian besar dari objek ini terbukti merupakan meteor, pesawat terbang, atau asteroid yang sudah dikenal sebelumnya.
Namun, satu kasus yang menarik perhatian adalah sebuah objek yang tidak terdata yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan asteroid umumnya. Meskipun demikian, tim peneliti belum berhasil mengonfirmasi keberadaan objek tersebut, menjadikannya sebagai misteri yang belum terpecahkan.
Pendekatan Baru untuk Mendeteksi Artefak Alien
Penelitian ini juga menyelidiki pendekatan inovatif lainnya, termasuk pengecekan foto-foto astronomi sebelum tahun 1957. Analisis spektrum warna objek mencurigakan memberikan peluang untuk mengidentifikasi material lama yang telah terpapar di ruang angkasa selama bertahun-tahun.
Meskipun hasil dari studi ini tidak secara definitif menjelaskan teknologi asing, penelitian ini menunjukkan bahwa pencarian sistematis untuk artefak luar angkasa dapat dilakukan dengan teleskop yang ada dan teknik analisis baru. Hal ini memberikan harapan baru bagi pencarian kehidupan di luar Bumi.
Lebih lanjut, para peneliti tengah mengembangkan proyek yang dinamakan ExoProbe. Ini adalah jaringan teleskop yang dirancang khusus untuk pencarian artefak luar angkasa seperti ini dengan pengamatan simultan untuk menentukan jarak yang tepat ke objek-objek misterius.
Proyek ini merupakan langkah maju signifikan dalam menjawab pertanyaan seputar kemungkinan keberadaan kehidupan asing. Dengan metode dan teknologi baru ini, astronom dapat mengeksplorasi lebih dalam untuk menemukan rahasia di luar angkasa.








