Baru-baru ini, sejumlah pengguna media sosial Instagram melaporkan bahwa mereka mengalami masalah yang dikenal sebagai shadowban. Fenomena ini terjadi ketika unggahan tertentu memiliki jangkauan yang terbatas, terutama ketika konten tersebut berhubungan dengan isu-isu politik atau demonstrasi di tanah air.
Salah satu pengguna, akun @kerlipcahaya, mengungkapkan pengalamannya terkait shadowban yang diduga dialaminya setelah sering mengunggah konten tentang aksi demo. Dia menyatakan bahwa untuk menghindari hal tersebut, dia akan berusaha mencampurkan konten sehari-harinya dengan konten yang lebih sensitif.
Pengguna lain, @lowkeydisturbed, juga melaporkan penurunan signifikan dalam jumlah viewers setelah sering mengunggah konten politik. Melalui pernyataannya, ia mengindikasikan bahwa platform telah mulai melakukan shadowban tampaknya disebabkan oleh konten politik yang dia bagikan.
Pahami Apa Itu Shadowban di Media Sosial
Secara umum, shadowban adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan situasi di mana konten pengguna tidak muncul di feed publik atau tidak mendapatkan interaksi yang seharusnya. Menurut Adam Mosseri, kepala Instagram, ini terjadi tanpa penjelasan yang cukup jelas. Para pengguna yang merasakan dampaknya sering kali merasa tidak memiliki cara untuk mengatasi atau memahami mengapa konten mereka kurang terlihat.
Dalam berbagai kesempatan, Mosseri menjelaskan bahwa pengguna memiliki hak untuk mengajukan banding jika mereka merasa konten yang mereka unggah tidak melanggar kebijakan platform, tetapi tetap mengalami masalah dalam jangkauan. Fitur Status Akun baru juga telah diperkenalkan untuk membantu pengguna mengetahui mengapa konten mereka mungkin tidak memenuhi syarat untuk rekomendasi.
Bahkan, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, turut menyoroti perkara ini setelah menerima keluhan dari masyarakat. Dalam tanggapannya, Ia menegaskan bahwa ada konten yang memanfaatkan aksi demo yang terikat dengan unsur-unsur negatif, termasuk provokasi, judi, dan ajakan untuk kekerasan.
Dampak Shadowban terhadap Pengguna dan Konten
Shadowban dapat menjadi masalah yang serius bagi pengguna yang bergantung pada platform media sosial untuk jangkauan dan interaksi yang tinggi. Banyak pengguna melihat penurunan engagements yang drastis, yang berarti mereka kehilangan kesempatan untuk menjangkau audiens lebih luas. Hal ini dapat mengurangi motivasi untuk membuat konten dan berkontribusi pada ekosistem media sosial yang sehat.
Dalam konteks konten politik, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk meninjau konten yang dapat memicu potensi konflik atau ketidakstabilan. Meutya menekankan bahwa di luar konten yang bersifat informasi, konten yang mengandung unsur provokasi harus diwaspadai dan ditangani dengan tepat, mengikuti hukum yang berlaku.
Ketika pengguna merasa terjebak dalam situasi shadowban, mereka mungkin menjadi frustrasi. Hal ini tidak hanya berdampak pada mereka secara individual, tetapi juga dapat mempengaruhi komunikasi publik dan partisipasi dalam diskusi yang lebih besar tentang isu-isu sosial dan politik.
Pentingnya Kesadaran dan Penanganan Konten di Media Sosial
Kesadaran tentang bagaimana konten di media sosial dapat mempengaruhi jangkauan sangat penting, terutama saat menyangkut subjek sensitif. Pengguna disarankan untuk lebih bijaksana dalam memilih konten yang mereka unggah dan bagaimana penyampaiannya. Ini juga berarti menyadari potensi risiko yang menyertai topik-topik tertentu.
Platform media sosial seperti Instagram juga harus berupaya untuk lebih transparan mengenai algoritma yang digunakan untuk menentukan jangkauan konten. Pengguna harus diberikan pemahaman yang lebih baik tentang mengapa konten mereka mungkin tidak terlihat untuk pemirsa yang lebih luas.
Keberadaan fitur seperti Status Akun bisa jadi langkah yang baik, tetapi penting bagi pengguna untuk memiliki saluran komunikasi yang efektif dengan platform untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Kita perlu mengedukasi pengguna tentang cara berinteraksi yang lebih baik di dunia maya.
Langkah-Langkah Mengatasi Shadowban
Jika pengguna merasa bahwa mereka terkena shadowban, langkah pertama yang disarankan adalah melakukan evaluasi terhadap konten yang telah diunggah. Menilai kembali jenis konten dan bagaimana penyampaiannya dapat memberikan wawasan lebih jelas tentang apa yang mungkin mempengaruhi jangkauan.
Selanjutnya, pengguna dapat mencoba untuk meningkatkan interaksi dengan audiens melalui konten yang lebih beragam dan menarik. Mencampur jenis-jenis konten dan tidak hanya fokus pada topik yang sensitif bisa membantu dalam mendapatkan kembali jangkauan yang hilang.
Akhirnya, mengajukan banding melalui fitur yang disediakan oleh platform jika merasa bahwa keputusan shadowban tidak berdasar adalah langkah yang perlu dilakukan. Ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menjelaskan situasi mereka dan mencari solusi yang lebih baik.








