Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengemukakan bahwa maraknya situs judi online menjadi masalah yang sulit diatasi. Munculnya situs-situs ini tidak lepas dari tingginya permintaan di masyarakat, yang mengakibatkan sulitnya penegakan hukum terhadap konten perjudian. Penyebab permintaan ini di satu sisi menunjukkan adanya kebutuhan, sementara di sisi lain menyoroti tantangan serius dalam pemberantasan kejahatan digital.
Pernyataan ini disampaikan oleh Alexander Sabar, Dirjen Pengawasan Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital, saat memberikan penjelasan mengenai kendala yang dihadapi dalam usaha menanggulangi perjudian online. Ia menekankan bahwa masalah ini bersifat kompleks dan melibatkan banyak pihak, termasuk masyarakat luas.
Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh kementerian, terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi tantangan dalam memberantas konten perjudian, yaitu kemajuan teknologi, prosedur yang telah ditetapkan, dan aspek manusia. Kementerian terus berupaya untuk mengikuti perkembangan teknologi guna menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Faktor Penyebab Maraknya Judi Online di Masyarakat
Salah satu faktor yang menjadikan situs judi online sulit untuk dibasmi adalah adanya demand yang tinggi. Masyarakat menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap jenis hiburan yang satu ini, meskipun dengan risiko yang mengintai. Artinya, lebih banyak orang yang mencari permainan judi online dibandingkan dengan yang melaporkan atau menghindarinya.
Menurut Alexander, ini tidak berarti pihak kementerian ingin menyalahkan masyarakat. Ia lebih melihat sebagai fakta yang harus dihadapi oleh semua pihak terkait. Ini adalah realitas yang menggambarkan kebutuhan hiburan di era digital yang serba cepat.
Lebih lanjut, Alexander juga menyoroti pentingnya dukungan masyarakat dalam memberantas judi online. Ia mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan konten perjudian yang mereka temukan di media sosial atau platform digital lainnya. Tanpa kerjasama, upaya pemberantasan akan terasa lebih berat.
Rincian dan Upaya yang Dilakukan Kementerian
Kementerian mencatat bahwa selama hampir satu tahun terakhir, mereka telah berhasil memblokir lebih dari 2,8 juta konten negatif. Di antara jumlah tersebut, 2,1 juta konten diidentifikasi sebagai perjudian. Penggunaan Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (Saman) menjadi salah satu metode untuk melakukan penelusuran dan penghapusan konten ini secara efisien.
Data menunjukkan bahwa dari total konten yang diproses, sebagian besar berasal dari situs-situs atau alamat IP tertentu yang telah dikenali. Angka-angka ini menggambarkan betapa besar tantangan yang harus dihadapi dalam memberantas judi online dan konten negatif lainnya di dunia maya.
Dengan lebih dari 1,9 juta konten judi yang berhasil dihapus, Alexander menunjukkan hasil kerja keras kementerian dalam mewujudkan ruang digital yang lebih aman. Namun, tantangan yang tersisa tetap besar, dan langkah-langkah preventif harus terus dilakukan.
Tantangan Pemberantasan Konten Judi Online di Indonesia
Tantangan yang dihadapi dalam memberantas judi online tidak hanya berada pada aspek teknologi, tetapi juga pada prosedur administratif yang seringkali tertinggal. Prosedur yang ada perlu diperbarui agar dapat sejalan dengan perkembangan teknologi yang terus bergerak maju. Ini menjadi penting agar sistem penegakan hukum bisa lebih efektif.
Salah satu tantangan terbesar adalah kecepatan penyebaran teknologi dan platform baru yang sering muncul. Hal ini menyulitkan pemerintah untuk terus beradaptasi dengan cepat dan membuat regulasi yang sesuai. Bahkan dengan upaya maksimal yang dilakukan, masih ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Selain itu, aspek manusia juga menjadi salah satu titik lemah. Jika masyarakat tidak aktif dalam melaporkan konten perjudian, maka upaya pemberantasan akan berjalan lambat. Koordinasi antara berbagai elemen di masyarakat dan pemerintah menjadi kunci untuk keberhasilan dalam menjalankan program ini.







