Pasar keuangan global, terutama dalam sektor crypto, mengalami dinamika yang signifikan di tahun 2025. Menghadapi tantangan inflasi dan ketidakpastian ekonomi, aset cryptocurrency menunjukkan daya tahan dan bahkan pertumbuhan yang menjanjikan.
Berdasarkan informasi terbaru, Bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan sebesar 5,6% sepanjang tahun ini, sedangkan Ethereum (ETH) meningkat 2,5%. Pada tahun 2025 saja, Bitcoin sudah mencapai rekor harga tertinggi baru sebanyak empat kali, mencerminkan minat investor yang terus berkembang di pasar crypto.
Nilai total kapitalisasi pasar cryptocurrency kini mencapai US$3,21 triliun, menunjukkan tren bullish yang kuat. Laporan baru juga mengindikasikan bahwa jumlah individu yang memiliki aset digital dengan nilai lebih dari US$1 juta meningkat signifikan, memberikan gambaran tentang pertumbuhan yang sehat dalam sektor ini.
Adopsi Institusi yang Meningkat dan Dampaknya pada Pasar
Peningkatan adopsi cryptocurrency oleh institusi besar menjadi salah satu faktor pendorong utama dalam reli ini. Setelah peluncuran ETF Bitcoin pada tahun lalu, arus modal institusional terus mengalir ke dalam aset digital, menciptakan momentum yang berkesinambungan.
Data terbaru mengungkapkan bahwa arus masuk ke ETF Bitcoin sudah mencapai US$58,8 miliar. Selain itu, ETF Ethereum juga menerima respons positif dengan total arus masuk mencapai US$13,2 miliar. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak investor institusi yang mempercayakan dananya kepada aset digital.
Keputusan untuk berinvestasi dalam crypto kini tidak lagi didominasi oleh investor individu, tetapi semakin banyak perusahaan dan institusi yang ikut terlibat. Hal ini menunjukkan bahwa cryptocurrency mulai diterima sebagai kelas aset yang legitimate di kalangan investor yang lebih besar.
Regulasi yang Jelas dan Kepercayaannya di Pasar
Regulasi yang lebih baik dan jelas menjadi faktor penting di balik peningkatan minat pada crypto. Pada tahun 2025, pemerintah Amerika Serikat meratifikasi GENIUS Act, sebuah undang-undang yang secara khusus mengatur stablecoin.
Dengan adanya GENIUS Act, penerbit stablecoin diharuskan memiliki cadangan 100% dalam bentuk aset likuid dan menjalani audit secara berkala. Ini menciptakan lingkungan yang lebih aman dan transparan bagi para investor dan pelaku pasar lainnya.
Regulasi yang lebih ketat membantu mendorong keberlangsungan inovasi dalam sektor fintech dan DeFi. Investor institusi yang sebelumnya ragu kini merasa lebih nyaman untuk berinvestasi dalam pasar yang diatur dengan baik, yang dapat terus mendorong pertumbuhan sektor ini ke depan.
Pilihan Aplikasi Crypto di Indonesia yang Semakin Beragam
Di Indonesia, banyak aplikasi crypto yang muncul sebagai pilihan investasi. Namun, tidak semua aplikasi memiliki tingkat keamanan dan regulasi yang memadai, sehingga penting bagi investor untuk memilih dengan bijak.
Memilih aplikasi crypto yang dapat dipercaya dan teregulasi oleh otoritas setempat dapat menjamin pengalaman transaksi yang aman. Ini adalah langkah penting untuk menghindari potensi risiko yang berkaitan dengan penipuan atau masalah keamanan lainnya.
Dalam artikel ini, kita akan membandingkan beberapa aplikasi crypto yang populer di Indonesia, sehingga Anda bisa mendapatkan panduan untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan investasi Anda.
1. Pluang
Pluang telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aplikasi investasi terkemuka di Indonesia. Dengan lebih dari 12 juta pengguna, Pluang menawarkan akses ke lebih dari 1.000 produk investasi, termasuk aset crypto dan saham AS, dalam satu platform yang aman.
Dari sisi regulasi, aplikasi ini berada di bawah pengawasan Bappebti dan OJK, memberikan kepercayaan tambahan bagi para penggunanya. Struktur biaya yang kompetitif semakin membuat Pluang menjadi pilihan menarik bagi para investor.
Fitur dan Keunggulan
-
Akses lebih dari 620 aset crypto populer seperti BTC, ETH, dan SOL.
-
Dukungan untuk perdagangan saham dan ETF di pasar AS, termasuk berbagai pilihan leverage.
-
Transaksi 24 jam untuk saham AS, yang pertama di Indonesia.
-
Rating tinggi di Google Play Store, mencerminkan kepuasan pengguna.
Dari aspek keamanan, seluruh transaksi pada aplikasi ini dicatat dan diawasi oleh lembaga keuangan terpercaya di Indonesia, memberikan perlindungan tambahan bagi pengguna.
2. Webull
Webull menyajikan platform trading yang memberikan akses luas ke berbagai instrumen investasi. Meskipun belum berada di bawah pengawasan OJK, Webull menawarkan fitur yang sangat lengkap untuk investor dari berbagai latar belakang.
Platform ini mendukung transaksi pada aset crypto dan berbagai produk trading lainnya, sehingga cocok bagi mereka yang menginginkan pengalaman investasi yang lebih beragam.
Fitur dan Keunggulan
-
Akses lengkap untuk trading saham, ETF, opsi, dan crypto.
-
Ketersediaan aplikasi mobile dan platform desktop yang mudah digunakan.
-
Pemrograman cash management yang memberi APY menarik untuk dana nganggur.
Meski menawarkan beragam fitur, investor harus menyadari bahwa Webull belum memiliki izin resmi dari OJK, sehingga mungkin ada risiko terkait perlindungan hukum.
3. eToro
eToro adalah platform investasi yang menawarkan konsep social trading, memungkinkan pengguna untuk menyalin strategi trader lain. Meskipun diawasi oleh berbagai regulator internasional, eToro belum mendapatkan lisensi dari OJK di Indonesia.
Platform ini menyediakan akses ke lebih dari 70 aset crypto, saham, dan ETF; fitur yang menguntungkan bagi trader pemula dan berpengalaman.
Fitur dan Keunggulan
-
Akses ke lebih dari 70 aset crypto dan peluang trading CFD.
-
Platform yang user-friendly dengan aplikasi web dan mobile.
-
Menawarkan fitur CopyTrader dan akun demo untuk membantu pengguna berlatih.
Pengguna harus menyadari masalah regulasi potensial saat menggunakan eToro, terutama terkait perlindungan konsumen di Indonesia.
4. Robinhood
Robinhood dikenal sebagai platform trading yang memungkinkan pengguna melakukan perdagangan tanpa komisi. Meski berfokus pada pasar AS, ada fitur seperti wallet crypto yang membuatnya menarik bagi investor global.
Aplikasi ini menawarkan berbagai instrumen keuangan, meskipun belum mendapatkan lisensi untuk beroperasi di Indonesia.
Fitur dan Keunggulan
-
Platform trading untuk berbagai instrumen dengan akses mudah.
-
Fitur wallet crypto yang memungkinkan penggunaan self-custody.
-
Staking tersedia untuk aset crypto tertentu di AS.
Sama seperti platform lainnya, pengguna harus berhati-hati mengingat Robinhood belum memiliki izin OJK untuk beroperasi di Indonesia.
5. Binance
Binance adalah platform global yang dikenal dengan ekosistem lengkapnya. Meskipun menawarkan fitur yang sangat beragam, platform ini juga belum mendapatkan izin resmi dari OJK.
Dengan berbagai layanan seperti spot trading, derivatif, dan NFT serta dukungan dari regulator internasional, Binance tetap menjadi pilihan populer di kalangan trader.
Fitur dan Keunggulan
Binance menyediakan fitur lengkap bagi investor yang ingin berinvestasi dalam cukup banyak instrumen crypto.
Kesimpulan
Memilih aplikasi crypto yang tepat di Indonesia adalah langkah penting bagi investor. Meskipun banyak aplikasi yang menawarkan berbagai fitur dan keamanan, evaluasi menyeluruh tetap diperlukan untuk memastikan investasi dilakukan dengan aman.
Pluang muncul sebagai salah satu yang terdepan berkat regulasi yang ketat dan berbagai produk investasi yang ditawarkan. Namun, meskipun banyak pilihan yang tersedia, penting bagi investor untuk mempertimbangkan aspek risiko dan berinvestasi sesuai dengan profil serta kebutuhan mereka.











