Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan langkah-langkah strategis untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Salah satu langkah penting yang direncanakan adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 2 Februari 2026, dimulai pukul 07.00 WIB.
Dengan OMC, diharapkan dapat dikurangi intensitas hujan yang mengganggu kegiatan masyarakat dan mengurangi risiko banjir. BPBD juga berupaya mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memantau keadaan cuaca di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Penggunaan bahan semai dalam operasi ini terdiri dari natrium klorida dan kalsium oksida untuk membantu merangsang hujan buatan. Adanya tambahan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengendalian cuaca dan meminimalkan dampak buruk dari hujan yang berlebihan.
Pentingnya Operasi Modifikasi Cuaca untuk Jakarta
Jakarta sebagai ibukota negara memiliki tantangan serius terkait dengan cuaca, terutama pada musim hujan. Curah hujan yang tinggi sering kali menyebabkan banjir yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, OMC menjadi metode yang dianalisis secara serius untuk mengurangi risiko tersebut.
Sejak pelaksanaan OMC pada 30 Januari hingga 1 Februari, BPBD telah mencatat sembilan sorti penerbangan dengan total jam terbang lebih dari 13 jam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya upaya pengendalian cuaca dalam merespon keadaan darurat yang dapat terjadi.
Penerbangan dilakukan dengan menggunakan pesawat milik TNI Angkatan Udara, memberikan kepercayaan bahwa operasi ini dilakukan dengan standar keamanan yang tinggi. BPBD memfokuskan upayanya pada daerah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan signifikan.
Evaluasi Hasil Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca
Hasil dari OMC hingga pekan ini menunjukkan adanya perkembangan positif, di mana curah hujan berhasil diturunkan sebesar 23,85%. Data ini diambil dari pemantauan yang dilakukan di berbagai titik di Jakarta. Pengurangan curah hujan ini menjadi bukti efektivitas metode modifikasi cuaca dalam mitigasi bencana.
Pada tanggal 1 Februari, BPBD melaporkan curah hujan tertinggi di Jakarta Barat mencapai 13,2 milimeter, yang masuk dalam kategori hujan ringan. Semua data ini bisa menjadi acuan bagi BPBD dalam merencanakan operasi selanjutnya.
Adanya transparansi dalam laporan dan data suhu yang dibagikan kepada masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko yang mungkin muncul selama musim hujan.
Peran Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Hidrometeorologi
Pemerintah tidak bisa menjalankan semua tindakan penanggulangan bencana sendirian. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah banjir. BPBD mengimbau agar masyarakat aktif membersihkan saluran air dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dapat meminimalkan risiko genangan air yang sering terjadi saat hujan. Dengan bekerja sama, diharapkan masyarakat bisa menikmati musim hujan tanpa kekhawatiran akan bencana.
Dengan sikap proaktif, warga dapat berkontribusi dengan mengenali potensi bahaya di lingkungan mereka sendiri dan melaporkan kepada pihak berwenang jika ada perubahan cuaca yang mencurigakan.








