India telah memamerkan permata suci kuno yang berkaitan dengan Buddha, mengungkap keindahan yang telah tersembunyi selama lebih dari satu abad. Koleksi berharga ini terdiri dari lebih dari 300 batu dan perhiasan, diambil dari situs stupa di utara India yang diyakini berkaitan dengan relik Sang Buddha.
Permata ini, yang dikenal dengan nama Permata Piprahwa, disimpan dan kemudian dipamerkan di New Delhi untuk pertama kalinya. Proses penggalian yang dilakukan oleh Inggris pada tahun 1898 telah menyebarkan harta ini ke berbagai belahan dunia.
Pameran ini mencerminkan upaya India dalam mengembalikan warisan budaya yang penting. Pemerintah India bekerja sama dengan pihak-pihak lainnya untuk memastikan bahwa permata ini kembali ke tanah asalnya.
Pemulangan Relik Buddha yang Bersejarah
“Peristiwa bersejarah ini menandai bersatunya kembali relik permata Piprahwa milik Sang Buddha,” ungkap Kementerian Kebudayaan India. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya momen ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan budaya.
Perdana Menteri India, Narendra Modi, turut membuka pameran dan menyebutnya “hari yang sangat istimewa.” Reaksi positif ini menunjukkan kedalaman cinta masyarakat India terhadap sejarah dan ajaran Buddha.
Kementerian juga menyebutkan bahwa koleksi ini dipamerkan untuk pertama kalinya sejak ditemukan pada akhir abad ke-19. Temuan ini menggambarkan kekayaan sejarah yang dapat menggugah rasa cinta akan warisan budaya.
Kronologi Penemuan dan Penyaluran Permata
Permata Piprahwa diperkirakan berasal dari tahun 200 SM. Penemuan oleh insinyur kolonial Inggris, William Claxton Peppe, di daerah Piprahwa sangat signifikan dalam konteks sejarah. Dalam proses penggalian, ditemukan wadah berisi tulang yang diyakini merupakan relik Sang Buddha.
Sebagian besar harta temuannya diserahkan kepada otoritas kolonial dan disimpan di Museum India di Kolkata. Namun, tidak semua permata dipindahkan; beberapa di antaranya tetap berada di keluarga Peppe hingga lebih dari satu abad.
Pada Mei 2025, cicit Peppe sempat mengajukan tawaran untuk melelang koleksi tersebut di Sotheby’s Hong Kong. Rencana ini menjadi sorotan banyak pihak, khususnya pemerintah India yang memastikan bahwa permata ini adalah bagian penting dari warisan budaya.
Kerja Sama Dalam Mengembalikan Warisan Budaya
Pemerintah India bersama Godrej Industries Group akhirnya mengakuisisi permata tersebut dan menjadikannya aset berharga. Meskipun harga pembelian tetap dirahasiakan, kerjasama ini menggambarkan komitmen untuk melestarikan warisan budaya.
Permata Piprahwa tidak hanya bernilai secara finansial, tetapi juga spiritual serta budaya. Koleksi ini menjadi simbol penting bagi komunitas Buddha di seluruh dunia dan bagi masyarakat India sendiri.
Melalui pameran ini, India menunjukkan dedikasinya untuk memulihkan dan merawat warisan budayanya. Upaya ini juga berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya dan sejarah bangsa.
Implikasi dan Makna di Masa Depan
Pameran Permata Piprahwa bukan hanya sekadar pencapaian budaya, tetapi juga berfungsi sebagai pengingat pentingnya melestarikan warisan yang ada. Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap budaya dan sejarah, diharapkan generasi mendatang dapat lebih menghargai kekayaan warisan yang ada.
Hal ini juga membuka peluang bagi lebih banyak pameran dan penelitian lebih lanjut mengenai relik dan artefak sejarah lainnya. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan sejarah akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini.
Dengan semangat yang tinggi, diharapkan semakin banyak kolaborasi internasional dalam mempelajari dan melestarikan warisan budaya. Kegiatan ini tidak hanya akan memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat hubungan antarbangsa.









